Penyakit Pasca Musibah Banjir

Posted by admin at March 5, 2016

Category: review

Tags:

Perubahan cuaca yang tidak menentu membuat keseimbangan tubuh kadang tak terkendali, sehingga kesehatan perlahan terganggu. Apalagi, sebentar lagi kita akan memasuki masa-masa tingginya curah hujan di Indonesia, yaitu bulan Oktober dan bulan Maret. Khusus dibeberapa wilayah di kota-kota besar Indonesia yang sangat rawan banjir, ada baiknya mengetahui berbagai macam penyakit yang harus tetap diwaspadai ketika saat musim hujan tiba, terutama penyakit virus ZIKA di pasca banjir.


Beberapa penyakit yang kerap muncul dan harus diwaspadai saat banjir adalah diare, demam berdarah, Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA), penyakit kulit, leptospirosis, penyakit saluran pencernaan, tifus, dan lain-lain seperti penyakit virus ZIKA. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak uraian singkatnya di bawah ini.

Penyakit pertama yang paling rentan diderita saat musim hujan dan banjir tiba adalah diare. Diare disebabkan kotornya lingkungan disekitar kita. Kondisi air dan makanan yang tidak higienis semakin mendukung bakteri penyebab diare berkembang biak dan semakin mudah menyerang manusia. Apalagi saat banjir, kebersihan lingkungan biasanya menjadi hal yang sulit dijaga, terutama kebersihan air. Saat banjir, sumber air bersih di lingkungan masyarakat akan berkurang. Berkurangnya sumber air bersih kadang membuat masyarakat tidak berpikir panjang saat menggunakan air di sekitarnya.

Ketika banjir datang, sumber-sumber air minum juga akan berkurang, misalnya sumur menjadi dangkal dan kotor. Sehingga, ketersediaan air bersih selama banjir sangat sedikit. Sumber air minum yang kotor inilah yang menjadi penyebab diare. Untuk mengantisipasi diare saat banjir, hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan persediaan air bersih khusus untuk minum dan mandi. Kedua, membiasakan mencuci tangan setiap ingin makan. Lalu, hindari genangan air dari tumpukan sampah dan segera hubungi petugas kesehatan di posko kesehatan terdekat bila ada gejala-gejala diare.

Penyakit kedua yang perlu diwaspadai adalah demam berdarah. Saat banjir, biasanya banyak sampah yang terbawa arus banjir, seperti kaleng bekas, plastik, dan sebaginya. Sampah yang terbawa air dan menggenang di atas air banjir akan menjadi sarang berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti, yaitu nyamuk pembawa penyakit demam berdarah. Semakin banyak sampah yang menggenang akan semakin banyak nyamuk yang menularkan penyakit demam berdarah.

Penyakit selanjutnya yang harus diwaspadai saat banjir adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). ISPA disebabkan oleh bakteri,virus, dan berbagai mikroba lainnya yang berasal dari air dan udara yang kotor. Ciri-ciri utama terjangkitnya ISPA adalah demam dan batuk-batuk. Jika ISPA yang diderita sudah parah dapat juga disertai dengan sesak napas, nyeri di dada, dan ciri lain-lain. Untuk mencegahnya, saat banjir sebaiknya mengenakan penutup mulut atau masker serta jangan sembarangan membuang air dan meludah.

Menurut Dr. Diaz, penyakit lain yang harus diwaspadai saat banjir adalah penyakit kulit. Saat banjir datang, air yang kotor biasanya menyebabkan berbagai macam penyakit kulit, seperti gatal-gatal dan alergi. Penyakit yang satu ini biasanya menular dengan begitu mudah saat banjir tiba.Karena, kondisi lingkungan saat banjir sangat mendukung bakteri untuk menyebabkan penyakit kulit kepada manusia. Selain itu, sedikitnya persediaan air bersih saat banjir membuat pengungsi atau korban banjir menggunakan air banjir untuk berbagai kabutuhan tanpa memikirkan penyebabnya. cegah DBD dengan Hit obat Nyamuk.

Lalu, penyakit leptospirosis. Penyakit leptopirosis adalah penyakit yag disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang ditularkan melalui hewan. Di Indonesia, hewan pembawa bakteri Leptospira sekaligus penular penyakit ini adalah tikus, terutama kotoran dan air kencing tikus yang mengenai air. Saat banjir, banyak tikus berkeliaran di sekitar posko pengungsian, sehingga air bersih yang disediakan di posko pengungsian kerap kali terkena kotoran dan air kencing tikus.

Selanjutnya, penyakit yang kerap kali muncul saat banjir adalah penyakit saluran pencernaan. Penyakit saluran pencernaan biasanya disebabkan oleh makanan dan minuman yang tidak bersih. Kondisi saat banjir yang sulit air bersih membuat penyakit saluran pencernaan sering kali mengenai para korban banjir.

Selain itu, penyakit tifus juga harus diwaspadai saat banjir. Lagi-lagi penyebabnya adalah air yang kotor. Apalagi jika air yang kotor digunakan untuk kegiatan bersih-bersih, seperti mencuci dan mandi. Dengan demikian, persediaan air bersih sangat penting saat banjir datang. Jika tersedia air bersih, utamakan penggunaannya untuk minum dan membersihkan tangan. Baca Hit Obat Nyamuk

Di samping penyakit-penyakit di atas, beberapa penyakit lain yang memang sudah diderita sebelum banjir tiba kerap kali datang saat banjir. Hal ini dikarenakan perubahan cuaca dan kelembaban lingkungan secara drastis. Kepanikan dan kekhawatiran juga memicu kambuhnya penyakit lain saat banjir. Bahkan, di kondisi tertentu penyakit yang sudah diderita sebelum banjir bisa semakin memburuk saat banjir datang. Apalagi jika banjir diiringi hujan yang terus menerus dan banjir yang berkepanjangan.

Untuk menjaga kamar tidur terhindar dari gerombolan nyamuk hendaknya menggunakan obat nyamuk yang aman. Untuk itu, menjaga kebersihan saat banjir tetap menjadi hal yang utama. Karena, semua penyakit yang datang saat banjir dipicu oleh kotornya lingkungan, terutama air saat banjir. (lis/ berbagai sumber)

http://www.muzakki.com/pengetahuan/info-sehat/492-waspadai-penyakit-yang-muncul-saat-banjir.html

Leave a comment

(required)
(required) (will not be published)